Membangun Keberdayaan Masyarakat di Desa Balai Pungut

BENGKALIS – Desa Balai Pungut, Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, terus menunjukkan langkah nyata dalam mewujudkan visinya sebagai desa yang Maju, Sejahtera, Mandiri, dan Bermartabat. Di bawah kepemimpinan Penjabat (Pj.) Kepala Desa, Aisah, S.Pd., Pemerintah Desa kini tengah gencar memacu program pembangunan yang berfokus pada keberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal.

Keberdayaan masyarakat di Desa Balai Pungut tidak hanya dititikberatkan pada pembangunan infrastruktur fisik, melainkan juga pada penguatan ekonomi kerakyatan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan pelestarian nilai-nilai sosial budaya Melayu yang telah mengakar kuat.

Menggerakkan Ekonomi Melalui “Tepian Batang Mandau”

Salah satu wujud nyata dari program pemberdayaan ini adalah optimalisasi kawasan Desa Wisata Tepian Batang Mandau. Pemerintah desa bersama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) terus berkolaborasi menata kawasan tersebut agar tidak hanya menjadi destinasi wisata alam dan sejarah, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi warga sekitar.

“Kami menyadari bahwa Sungai Mandau adalah urat nadi kehidupan desa ini. Melalui pengembangan wisata susur sungai dan pelestarian monumen sejarah migas, kami mendorong warga untuk mengambil peran aktif. Mulai dari pengelolaan perahu wisata, lapak kuliner, hingga produksi suvenir khas desa,” ujar Pj. Kades Aisah, S.Pd., saat ditemui di Kantor Desa Balai Pungut.

Melalui pendampingan ini, sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal seperti pengrajin anyaman lidi sawit, produsen ikan salai (asap), hingga pelaku usaha kuliner Nasi Kunyit perlahan mulai menemukan pasar yang lebih luas seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan.

Sinergi Kelembagaan dan Merawat Marwah Adat

Pemberdayaan di Balai Pungut juga menyentuh aspek sosial dan kelembagaan. Pemerintah Desa secara aktif melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Desa (LPMD), Tim Penggerak PKK, Karang Taruna, dan para tokoh adat dalam setiap perencanaan pembangunan.

Sekretaris Desa Balai Pungut, Surya AK, SE, menambahkan bahwa kolaborasi ini sangat penting untuk memastikan program yang dijalankan tepat sasaran. “Setiap elemen memiliki perannya. PKK bergerak di bidang ketahanan keluarga dan kesehatan melalui Posyandu, sementara Karang Taruna kita dorong untuk berinovasi dalam mengelola event desa seperti Festival Pacu Sampan yang rutin digelar,” jelasnya.

Lebih lanjut, seluruh gerak pembangunan ini tetap dilandasi oleh filosofi luhur masyarakat Melayu, yakni “Adat Bersendi Syarak, Syarak Bersendi Kitabullah”. Pemberdayaan tidak boleh tercerabut dari akar kebudayaan dan nilai-nilai religius masyarakat.

Harapan Masa Depan

Melalui berbagai inisiatif tersebut, Pemerintah Desa Balai Pungut berharap kemandirian ekonomi dapat segera terwujud. Masyarakat tidak lagi sekadar menjadi penonton di tanah sendiri, melainkan bertransformasi menjadi pelaku utama pembangunan.

Dengan semangat gotong royong yang terus berkobar, Desa Balai Pungut optimistis mampu menjadi desa percontohan di Kabupaten Bengkalis—sebuah negeri yang tangguh secara ekonomi, kaya akan pelestarian budaya, dan senantiasa menjadi Baldatun Tayyibatun Wa Rabbun Ghafur.